Page 91 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 91

Keping 50


             “Aku bahkan sudah di ruang  boarding.” Terdengar  suara
           tawa renyah. “Dimensi ini bikin kita harus pontang-panting

           ke mana-mana.”
             “Aku sudah melumpuhkan Petir, tapi untuk memutusnya
           total, aku butuh bantuanmu.”
             “Jadi, betul dia Peretas Memori?”
             “Aku yakin.”

             “Yang satu lagi?”
             “Dugaanku, dia Peretas Kisi.”
             “Masih bareng kamu?”
             “Dia pergi sebentar. Nanti balik lagi.”
             Suara di seberang sana langsung melonjak tinggi. “Kenapa
           tidak kamu tahan? Kamu tahu langkanya kesempatan
           mengumpulkan Peretas Memori dan Peretas Kisi sekaligus?”
             “Dia bakal balik lagi,” ulang Sati dengan nada kesal. “Kamu

           meragukanku?”
             Laki-laki di ujung telepon terdiam.
             “Kalau aku berkeras menahan dia tadi, dia pasti bakal
           curiga. Dia belum mengenalku sebaik Petir. Terlalu berisiko.”
             “Kamu yakin mereka belum berhasil menembus kandi

           mereka lagi?”
             “Mereka baru bertemu kemarin. Aku rasa tubrukan
           energi gara-gara pertemuan itulah yang mendorong mereka
           masuk ke Asko secara spontan. Entri pertama mereka terlalu
           singkat untuk bisa tahu apa-apa. Barusan, mereka tertahan di
           Antarabhava,” jelas Sati. “Aku berhasil memisahkan keduanya.



           76
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96