Page 93 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 93

KEPING 51




                         Di Luar Rencana












                  umah bercat krem di kawasan Menteng itu tampak
                  sepi dari luar. Masih terlihat jejak arsitektur art deco
          Rpeninggalan zaman kolonial meski rumah itu tampak

           sudah diremajakan di sana sini. Pagarnya tak terkunci dan
           sebuah mobil terparkir di depan garasi. Gio melangkah ke
           teras depan, mengecek catatan alamatnya sekali lagi untuk
           memastikan ia akan memencet bel rumah yang benar.

             Pintu terbuka sebelum telunjuk Gio mendarat di kenop
           bel.
             “Hai. Gio?” Pria klimis berkulit langsat menyapanya. Suara
           itu halus dan merdu.
             “Mas Dimas?”

             “Oh, please.” Dimas mengulurkan tangan dan mereka
           bersalaman. “Dimas saja. Mari, masuk.”
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98