Page 96 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 96
IntelIgensI embun PagI
“Terus, apa kira-kira hubungan Diva dengan Supernova?”
Reuben lanjut bertanya.
Gio tertegun. “Saya juga nggak tahu. Sebenarnya, saya
datang ke sini untuk cari tahu dari kalian. Apa maksud
‘Supernova’ di e-mail Diva?”
Dari korespondensi singkat antara mereka dan Gio
selama ini, Reuben bisa menyimpulkan bahwa Gio tidak
menghabiskan waktu di Indonesia cukup lama untuk tahu
fenomena Supernova. Melihat dari jeda antara satu surel
ke surel lain, Reuben bahkan yakin Gio tidak cukup sering
terkoneksi ke internet.
“Beberapa tahun ini muncul figur di internet bernama
Supernova.” Reuben mulai bertutur. “Dia membuat semacam
newsletter. Saya nggak tahu berapa jumlah pelanggannya. Yang
luar biasa adalah dampaknya. Kami banyak kenal langsung
orang-orang di lingkungan kami yang berlangganan newsletter
Supernova. Mereka bilang, Supernova mengubah hidup
mereka, cara mereka berpikir, cara mereka melihat dunia, dan
macam-macamlah.”
“Supernova ini… seseorang?”
“Bisa jadi satu orang, banyak orang, kami nggak tahu.
Identitasnya anonim,” kata Reuben.
“Kalian langganan newsletter-nya juga?”
“Itu dia,” Dimas menyambar, “awalnya nggak. Tapi, satu
hari kami dapat newsletter dari Supernova. Terus, kami kontak
dia lewat chat room-nya. Dia menyapa kami kayak orang yang
81

