Page 95 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 95

Keping 51


             Gio tampak kesulitan menjawab, padahal jawabannya
           begitu sederhana. “Masih belum ketemu.”

             Dimas melihat ekspresi Gio yang seketika mengungkapkan
           hal-hal yang tidak terucapkan. Ia mulai meraba adanya
           hubungan khusus antara Gio dan orang hilang yang bernama
           Diva Anastasia.
             “Sori,” ucap Dimas canggung. Ia tidak mungkin mengatakan

           “turut berdukacita” atas orang hilang. Segala ucapan dengan
           awalan “turut” rasanya tidak ada yang pas.
             “Pencarian tim SAR sudah resmi ditutup,” lanjut Gio.
             Dimas semakin bingung mau menyahuti apa.
             Reuben, membawa mok berisi kopi panas untuk Gio,
           langsung menyambung sembari ikut bergabung di sofa. “Tapi,
           tetap belum ketemu jenazah, kan?”
             Dimas kontan mengadu lututnya dengan lutut Reuben.

             “Belum. Cuaca lagi buruk sekali di daerah itu. Kami nggak
           bisa masuk. Dan, memang sudah terlalu lama. Anggota tim
           yang lain sudah menyerah. Saya nggak mungkin meneruskan
           sendirian.” Gio berusaha menjawab setenang mungkin.
             “Kami awalnya nggak kenal siapa itu Diva,” ucap Reuben

           ringan. Segala kode tubuh dari Dimas tidak terbaca olehnya.
           “Dimas akhirnya yang kasih tahu kalau Diva itu model
           terkenal. Berita dia hilang sekarang lagi ramai-ramainya di
           media.”
             “Tim saya yang merilis kabar resminya beberapa hari lalu
           ke Indonesia.”



           80
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100