Page 150 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 150
Un Sol Em noitE
Refleks, Diva merengkuh lembut pemuda itu. Menarik-
nya masuk ke dalam lapisan hangat selimut, mendekapnya
lama. “Seharusnya kamu nggak melakukannya dengan saya.
Tidak seperti ini.”
“Nggak ada yang saya sesali. Tidak juga nanti. Saya ya kin
itu,” Gio menjawab pelan. Tidakkah kau mengerti? Aku baru
saja menemukan mahadewi.
Dan, Diva merasa ngeri. Ngeri akan kesungguhan da lam
ucapan tersebut. Membuatnya tersadar, betapa ia su dah tak
terbiasa menghadapi apa yang sungguhan hidup. Refleks
berikutnya, Diva mulai menggigiti bibir.
20
Melihatnya, Gio langsung menyergah. “Não fazer istô.
Jangan...,” ia berbisik.
Perlahan dan tenang, Gio menyentuh lembut dagunya,
memisahkan kedua bibirnya, untuk kemudian mencium nya
tenang. Ia bukan lagi anak lelaki gugup seperti be berapa jam
yang lalu. Ia telah bermetamorfosis dengan sempurna.
Tak pernah Diva membiarkan hal itu terjadi sebelum nya,
tetapi malam ini ia yakin telah mengambil keputusan yang
tepat. Membiarkan bibir itu di sana. Membiarkan dirinya
bermanja dalam pengalaman yang belum pernah ia dapat kan.
Mengetahui rasa jutaan saraf kecil yang me mercikkan listrik-
listrik bening ketika dua bibir bertemu.
Diva menikmati setiap detik. Uang Gio tak disentuh nya
sama sekali.
20
Jangan lakukan itu.
139

