Page 151 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 151
KEPING 12
Mereka sama-sama membawa kenangan. Diva mem bawa
kenangan ciuman pertamanya. Gio membawa pu lang kunci
kamar hotel itu.
“Diva?”
Suara Gio menariknya dari vakum memori.
“Kamu masih ‘si 5.000 dolar’?”
“Dengan kurs sekarang? Seribu lima ratus, at least,” Diva
menambahkan sambil tertawa kecil. “Kamu pikir dari mana
aku bisa punya rumah di real estate itu? New Eyes, lengkap
dengan sopir?” selorohnya lagi.
Gio tak berkomentar. Namun, ada vibrasi keresahan yang
terdeteksi.
“Tenang, Sayang. Aku tetap tidak terikat atau bergan tung
kepada siapa pun. Nggak ada yang menghidupi aku, aku
bukan peliharaan orang, dan bukan peliharaan perusa haan.
Aku entrepreneur murni.”
“Ikut aku, Diva.” Gio mendekapnya erat. “Kamu tahu aku
nggak akan pernah merenggut kebebasanmu. Nggak akan
ada yang berubah.”
Diva mengecup lengan Gio yang menyelimuti tubuh nya,
“Dan, kamu tahu betul jawabanku.”
Lelaki itu mengatupkan matanya, gemas. “Aku men cin-
taimu,” bisiknya tertahan, “tidak pernah berubah sejak dulu,
apa pun harapan kamu.”
Seketika Diva membalik badan. “Aku nggak pernah ber-
harap apa-apa. Detik ini berarti karena ia detik ini. Kita
140

