Page 153 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 153

KEPING  13



                Tuhan Maha Tidak Romantis














                 ecara kebetulan, mereka berdua sama-sama sedang

                 ada di Kota Bandung. Dan, demi sebuah keber sa ma-
           San, lagi-lagi Rana berkutat serius dengan agen danya,
           menghitung-hitung kira-kira di mana dan pukul berapa ia
           bisa menyelipkan Re ke menu acara.
             Ponsel mungilnya berbunyi.
             “Ya?”

             “Bagaimana?”
             Rana tidak suka ini. Mereka seperti sedang transaksi
           ganja. “Mungkin bisa, sejam lagi, ya,” ucapnya setengah ber-
           bisik.
             “Sejam? Tapi, aku sudah di jalan.”
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158