Page 21 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 21
KEPING 1
“Bahwa kebenaran yang utuh baru kamu dapatkan se telah
melihat kedua sisi cermin kehidupan. Tidak cuma sebelah.
Dan, cermin itu sangat dekat.”
“Dalam hati kita sendiri?”
“Saya lebih suka, dalam setiap atom tubuh kita.”
“Mengagumkan. Cuma masalahnya, dari tadi kamu be-
lum ngomong soal itu. Mengigau, ya?”
Reuben terperanjat. “Mana mungkin? Bukannya tadi saya
menerangkan konsep Mandelbrot? Turbulensi?”
Dimas menggeleng dan tertawa kecil. “Ternyata, lebih
parah lagi, kamu barusan mimpi.”
“Wow!” Reuben malah berdecak kagum. “Jangan-ja ngan,
tadi cuma percakapan dalam otakku, ya? Tapi, kok, rasanya
sangat riil? Luar biasa! Oh, serotonin, kamu ba gian terindah
dari tubuhku!”
Dimas sekilas melirik Reuben yang terkapar di sebe lah-
nya. “Saya salut. Kamu bisa-bisanya mengapresiasi sebegitu
tinggi. Kebanyakan orang cuma menganggap be ginian ini
rekreasi dangkal.”
“Kalian kebanyakan duit, sih. Begitu stok habis tinggal
telepon Mami-Papi, beres. Orang terlalu banyak uang de-
ngan orang yang terlalu miskin akan bertemu di titik yang
sama. Sama-sama krisis apresiasi.”
“Jangan belagu. Mentang-mentang dapat sponsorship.”
“Berani taruhan, kamu pasti anak konglomerat, atau anak
jenderal, atau anak orang konsulat. Ambil major Marketing
10

