Page 177 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 177

KEPING 15


           terseret. Kewalahan akibat banjirnya cinta mereka yang
           tumpah ruah. Bahkan, Cupid sendiri akan jongkok di kaki

           mereka demi mengolesi ujung panah-panah as maranya.


                    Kalau saja aku bisa berkata “untung saja”.
           “Untung saja, aku berkenalan denganmu tiga tahun dan empat
                           puluh tiga hari lebih awal.”



             Sampai di perjalanan pulang, hal yang sama masih te rus
           mengusiknya. “Alé, dari lusinan pacarmu sejak dulu, ada
           nggak yang tidak pernah kamu ajak nonton ke bios kop?” Re
           bertanya.
             “Bukannya itu kegiatan paling standar orang pacaran?
           Kalau boleh dibilang preambule?” Alé nyengir. “Kamu se bar
           survei saja. Aku yakin hampir semua pasangan  di  pe losok

           negeri ini pernah pergi nonton berduaan.”
             “Rasanya  aku  nggak  pernah  punya  keinginan  muluk-
           muluk soal beginian. Aku termasuk orang yang cukup puas
           dengan sekadar mengajak pacarku nonton malam minggu,
           ke  bioskop,  merangkul  bahunya  waktu  sedang  antre,  atau

           mini mal pegangan tangan. Itu saja. Tanpa takut ada siapa di
           bela kang ku, tanpa harus mengawasi kiri-kanan, tanpa harus
           ce pat-cepat berjauhan kalau ada yang kenal.” Suaranya makin
           berbeban.
             Alé baru mengerti arah pembicaraan ini. “Re....”
             “Hei, no pity!” Cepat Re berseru.



           166
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182