Page 179 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 179
KEPING 15
nya manusia-manusia bumi yang kecanduan tra gedi. Namun,
kini ia merasa ada kedekatan batin dengan semua kisah dan
orang yang terlibat di dalamnya, yang dulu pernah ia sebut
malang dan bodoh itu.
Dan, dari apa yang ia baca, dengar, tonton, termasuk di-
omeli dan dimaki Alé, semua mengatakan ia kalah. Institusi
dan rasa bersalah selalu keluar jadi pemenang, sementara ia
selamanya akan dikategorikan sebagai anta gonis. Ada ma-
cam-macam pula sebutan untuknya, “pesona sesaat”, “pelari-
an kejenuhan pasutri”, “intermeso perni kahan”, dan seba-
gainya.
Ketika bel rumahnya berbunyi, Re langsung menutupi
tumpukan majalah itu dengan bantal, kemudian ia lari me-
nuju pintu. Mendadak ia teringat sesuatu, ia lari lagi, meraih
remote dan memindahkan saluran. Sementara, Alé sudah
mulai resah di luar.
“Re, hoi! Buka, dong!”
Ketika Re membuka pintu, Alé sudah menyambutnya
dengan tawa lebar. “Sejak kapan kamu nongkrongin si-
netron?”
“Sinetron apaan?” sergahnya cepat.
“Sekarang, sih, memang CNN, tapi tadi?” Alé terkekeh.
“Aku, kan, sudah lima menit duluan di depan pintu. Pa rah.
Kondisimu mengkhawatirkan. Kalau saja rasio bisa diin fus-
kan, kamu sudah kukirim ke Gawat Darurat seka rang juga.”
168

