Page 217 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 217

KEPING 19


                 Namun, aku tak ingin menyakitimu, demi Tuhan.
               Apa yang kau miliki sekarang amatlah aku inginkan.
                      Dan, untuk mengertinya tidaklah sulit.

                 Kami adalah jalinan satelit yang saling membelit.
            Mengelilingi satu planet yang menarik kami laksana magnet.
           Tak ada lagi tempat di orbit ini, bahkan untuk bayangan kami
                                    sendiri.
                    Jadi, relakan kami untuk saling memiliki.


             Re tidak tahan lagi.
             “Halo? Lé? Aku masih di rumah sakit. Rana dioperasi
           malam ini. Dan, sebentar lagi kepalaku bakal meletus.”
             “Apa-apaan kamu di sana? Cepat pulang!”
             “Tapi, mana bisa—”
             “Tempat kamu bukan di sana.”

             “Mana mungkin? Yang terbaring itu RANA, bukan-
           nya—”
             “Apa perlu aku sebutkan nama belakang Rana-mu ter cinta
           itu? Knock, knock! Re! Ayo, bangun!”
             Ia ingin teriak rasanya. “Jangan mulai dengan bahasan
           basi itu.”
             “Basi? Itulah kenyataan yang kamu pilih sendiri. Kamu
           jatuh cinta kepada orang yang salah.”
             Mulut Re langsung menganga lebar.
             “Oke, aku ralat, bukan orangnya yang salah, melainkan
           kon disinya,” Alé cepat-cepat menambahkan.





           206
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222