Page 221 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 221
KEPING 20
Diva menyentuhkan tangannya ke kaca. Wahai, Kau yang
sedang dimabuk cinta, berikanlah kepadaku setetes apa yang kau
reguk. Kala kau terjatuh nanti, aku akan tahu apa rasanya
limbung tanpa harus ikut terpuruk.
Diva mulai menggigiti bibirnya pelan-pelan. Tak akan
ada yang mengerti, apa yang ia lihat sesungguhnya me lebihi
badai itu sendiri.
Arwin
Di sebelah ranjang tempat istrinya terbaring, Arwin duduk
tafakur. Masih terbayang jelas ketika ia memandangi pung-
gung itu berjalan menjauh. Langkah-langkah yang tampak
berat. Ia mengerti betul susahnya mencabut se buah jangkar
yang sudah terpaut dalam. Mereka sepertinya tidak ter pi-
sahkan.
Rana telah menjangkarkan hatinya untuk pria itu. Arwin
dapat langsung mengetahuinya ketika melihat ta tapan istri-
nya kepada Ferre yang berdiri jauh di ujung tem pat tidur.
Tak ada lagi kehadiran yang lebih berarti. Dan, dirinya ada-
lah debu yang paling ingin cepat dikibas.
Aku berjanji, Rana. Begitu engkau sembuh nanti, aku akan
menjadikanmu perempuan paling bahagia di dunia. Mungkin
itulah satu-satunya kesempatanku. Aku janji.
210

