Page 220 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 220

KEPING  20


                          Di Celah Pikiran

















                  ria  itu  kembali  hadir  di  pojok  yang  sama,  dengan
                  cuaca hati yang tampak sedang buruk-buruknya. Ia

           Pseperti kapal  yang  tergulung  jadi  lemper  dalam li-
           patan ombak yang mengamuk. Kerutan di pangkal alisnya.
           Sinar mata yang berkecamuk. Rahang yang mengeras. Na-
           mun, di dalam kegundahan sekalipun, semua tetap indah.
              Dan, tangan itu terlihat mulai menulis dalam irama yang
           tak tentu. Tampak pikirannya tengah bersandar pada arus
           inspirasi, yang terkadang mengalir deras, tetapi ter kadang
           juga hanya menitik jatuh.

              Ia berserah. Persis seperti pelukis yang tak memper-
           tanyakan mengapa ia melukis, dan apa itu yang dicoretnya
           di kanvas.
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225