Page 219 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 219
KEPING 19
Ataukah aku senyaman sepatu tuamu
yang tak terasa lagi bila dipakai?
Akankah kau pertahankan aku selayaknya nyawamu sendiri?
Ataukah namaku hanya akan melintas sekilas
di detik-detik terakhirmu?
Untuk kemudian menyublim seperti arwah tersedot surga.
Mengertikah kini, Putri?
Karena itulah aku ingin hidup nyata.
Ia pun mengedarkan pandangan untuk kali terakhir,
men dapatkan betapa mirip nasibnya dengan kelengangan
rumah sakit yang begitu dingin. Re merasa terbuang.
208

