Page 222 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 222
Di Celah Pikiran
Ferre
Aku bukan orang yang lemah.
Kalau aku lemah, sudah kubersembunyi di dasar lembah.
Namun, aku orang yang kuat.
Dengan dagu tercuat, menggenggam kejujuran erat-erat.
Tapi, kalau cuma jadi hantu, aku pun tak tahu.
Re meringis getir. Ia menangis. Entah kapan kali ter akhir
ada air keluar dari matanya.
Ada yang bilang, mampu menangis menunjukkan ke-
kuatan. Tapi, kenapa yang ia rasakan justru sebaliknya, ia
merasa amat lemah.
Bola pingpong. Ya, ia tak lebih dari sebuah bola ping-
pong. Dilempar dari satu sisi pertimbangan ke sisi lainnya,
tanpa bisa memutuskan apa-apa.
Diva
Diva masih berdiri di sana. Melihat semuanya. Hanyut
dalam keterkesimaan.
Sudahkah kau benar-benar jatuh, wahai yang sedang ja tuh
cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sen diri. Di
titik engkau akan berbalik dan benar-benar menjadi pencinta
sejati.
211

