Page 225 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 225
KEPING 20
nya, Einstein, nuansa kontinuum yang ia tangkap waktu
umur nya lima tahun merupakan inspirasi awal teori rela ti-
vitas. A-atau justru karena nuansa adalah affair yang sangat
pribadi antara kita dan domain lain, banyak orang sulit
sekali mengungkapkannya. Termasuk aku,” tergagap Reuben
berusaha menjelaskan.
“Sebenarnya, kamu mau ngomong apa, sih?” Dimas
geleng-geleng kepala.
“Kamu orang yang mengagumkan, Dimas.” Akhirnya,
kata-kata itu meluncur keluar. “Tanpa kamu, ide-ide di otak-
ku seperti mulut tanpa lidah. Tidak ada artinya. Kamu ada-
lah pesawat yang menyeberangkan nuansa dalam kepalaku
ke format yang bisa dimengerti,” Reuben me nelan ludah,
“dan, aku sadar, nggak banyak orang yang bisa tahan de-
ngan ku. Tapi, kamu begitu baik dan tabah. Aku minta maaf.
Maaf atas semua sikapku yang kasar ataupun kata-kataku
yang kejam selama ini.”
Dimas terdiam. Matanya berkaca-kaca. Namun, tiba-tiba
ia berseru dengan suara tercekat, “Memang! Cuma wong
edan yang pakai teori fisika dulu kalau minta maaf! Dan,
ka lau ada yang mau sama orang kayak begitu berarti orang-
nya lebih edan lagi!”
Muka Reuben pucat pasi.
“Berarti, aku lebih edan daripada kamu,” sambung
Dimas, lirih.
214

