Page 44 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 44

Kesatria

              “Logo majalah Anda, mengapa pilih kupu-kupu?”
              Rana tidak pernah tahu persis, “Mungkin karena kupu-

           kupu adalah lambang metamorfosis bagi semua orang? Atau
           bisa juga karena, ehm, di masyarakat kita, kupu-kupu meru-
           pakan pertanda kedatangan tamu? Dan, ma alah saya ingin
                                                     j
           menjadi tamu yang diinginkan di setiap rumah.”
              “Tadi pagi saya kedatangan kupu-kupu. Bayangkan, di

           gedung setinggi ini, ada kupu-kupu kecil yang masuk le wat
           celah jendela.”
              “Mungkin itu artinya Anda akan kedatangan saya, kupu-
           kupu sebesar orang berbaju putih.” Dengan jenaka, Rana
           mengacungkan ujung kerah kemeja putihnya.
              “Aneh. Kupu-kupu tadi juga putih,” Re menggumam, ini
           semua terlalu naif untuk disebut kebetulan, “dan, pasti Anda
           juga yang memilih nama rubrik itu.”

              “Memang betul. Kok, bisa tahu?” Rana terkesan.
              “Kamu baru di ruangan ini sepuluh menit, tapi semua nya
           seperti jelas. Mungkin kamu memang orang yang berke pri-
           badian kuat, signifikan. Bagus.” Re tersenyum. Hangat.
              Senyum dan kata “kamu” terasa mencairkan sesuatu. Dan,

           Rana mulai merasa nyaman berada di hadapan sang Mitos.
              “Oke, saya mulai dari awal. Rumah. Keluarga.” Rana me-
           nyalakan tombol record. “Sebesar apa peran orangtua kamu
           dalam pembentukan karakter atau karier?”
              “Ibu saya meninggal sejak umur saya lima tahun. Saya
           sendiri belum pernah bertemu ayah saya. Akhirnya, saya



                                                                  33
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49