Page 89 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 89
KEPING 7
12
“Gleiche Arbeit, gleicher Lohn , kata Helmut Kohl-mu,”
Diva mulai membereskan barang-barangnya, “tapi, itu ti dak
berlaku buat saya.”
“Kamu sendiri warga apa, Diva darling?”
“Warga semesta yang sekadar ikut etika setempat. Ne-
gara, bangsa, dan tetek bengeknya, sudah masuk museum
dalam kamus saya. Dan, terlalu naif kalau saya tidak per caya
ada kehidupan selain dunia yang kita lihat ini.”
“Jadi, kamu percaya UFO?”
“Kalau kamu pikir kehidupan lain yang saya maksud ha-
nya berbentuk piring terbang dan makhluk-makhluk cebol,
kamu salah besar. Itu sama saja dengan air com beran yang
terheran-heran melihat air laut. Padahal, dua-duanya sama-
sama air,” ujar Diva ketus. “Saya tidak peduli dengan format
fisik. Yang saya maksudkan dengan ke hidupan adalah hidup.
Vitalitas. Energi yang masih murni, tidak tersendat-sendat
seperti saluran pampat.”
Dahlan mengernyit bingung. “Kamu memang susah di-
mengerti.”
12
“Same work, same pay” adalah slogan dari gerakan nasional di Jerman pada awal
1990-an, diperjuangkan salah satunya oleh Helmut Kohl, yakni penyetaraan upah
buruh di Jerman Barat dan Timur. Dalam kampanye tersebut Kohl menyatakan
Jerman tidak mungkin sepenuhnya bersatu apabila masih ada ketimpang an
upah tenaga kerja. Gerakan ini jauh dari berhasil karena bagaimanapun berlaku
arbitrase upah buruh di seluruh dunia. Membuktikan bahwa nasionalisme ter-
nyata tidak berkutik apabila dikompetisikan dengan prinsip ekonomi. Prinsip
arbitrase akan selalu unggul karena menjanjikan harga paling murah, dan ini
merupakan isu terpenting bagi pasar di atas segala-galanya. Dan, kali ini komo-
ditasnya adalah tenaga manusia.
78

