Page 96 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 96
Bintang Jatuh
Hari sibuk menjumlah-jumlah. “Bu Tetty, sepertinya hasil
penilaian kita sama.”
“Ya, sudah. Beres kalau begitu,” Diva langsung me nyam-
bar kertas tersebut. “Kalau boleh, saya yang umum kan?”
Di panggung itu, Diva berdiri. “Selamat sore, Adik-Adik
semua, Bapak-Bapak, dan Ibu-Ibu. Di tangan Kakak su dah
ada pengumuman para pemenang fashion show dari kedua
kategori. Baik, Kakak mulai, ya.”
Satu per satu pemenang yang dipanggil naik ke atas
pentas. Semuanya berseri-seri. Setelah semua lengkap ber-
kumpul, Diva kembali angkat suara. “Adik-Adik yang manis,
teman-temanmu yang di depan ini dipilih karena merekalah
yang paling pintar meniru orang dewasa. Dan, mereka
terpaksa dipilih karena Papa-Mama kalian sudah bayar uang
pendaftaran, dan sudah beli baju-baju mahal untuk kalian
pakai. Sebenarnya, hari ini tidak ada yang menang dan tidak
ada yang kalah. Kalian sekarang semua lucu dan manis,
biarpun nanti kalian bisa jadi gendut, pendek, dan jerawatan.
“Nanti kalau sudah sampai di rumah, Adik-Adik jangan
lupa untuk terus bermain, ya. Nggak usah pakai sepatu
tinggi, apalagi pakai-pakai lipstik Mama. Percaya sama Ka-
kak, nanti kalian juga bakalan bosan jadi orang gede. Ber-
ma in saja yang puas. Kalau Adik-Adik mau cantik, ja ngan
85

