Page 99 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 99

KEPING 7


           dihuni ulat, juga tak berbuat apa-apa bila dilekati pestisida.
           Ia rela mati untuk hidup kembali. Sementara petani bertahan

           mati-matian untuk hidup.
             Tak ada yang ingat kapan terakhir menanam karena suka.
           Sekadar merawat kehidupan berwarna hijau yang menembusi
           lapisan-lapisan tanah. Pergi menuju pasar dan mendapatkan

           segalanya dengan cuma-cuma. Buah dan sa yuran hadir di sa-
           na diakibatkan kebanggaan petani yang berhasil mem be sar-
           kan, untuk kemudian mereka ambil se cukupnya. Kelebih an
           hanya akan mengakibatkan ke indahan itu busuk dan sia-sia.
             Telepon rumahnya berdering. Diva mengecilkan suara radio.
             “Ya, halo?”
             “Hi, babe.”

             Mendengar suara Nanda, salah satu kliennya, kening
           Diva langsung berkerut. “Memangnya kita punya janji?”
           tembaknya langsung.
             “Bisa dibuat sekarang?”
             Diva tertawa, melengos. “Kamu ternyata memang pem-

           boros.  Fee  saya yang masih kurang mahal atau kamu yang
           mulai nagih?”
             Nanda tergelak. Ia amat menyukai selera humor Diva
           yang  sadis. Mendapatkannya  bagai oase  di  tengah padang
           basa-basi.
             “Diva, jujur saja, saya cuma mau ajak kamu makan ma-
           lam. Nggak lebih.”

             “Lebih juga nggak apa-apa kalau memang dananya ada.”


           88
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104