Page 98 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 98

Bintang Jatuh

           kelingking. Badannya yang ketika remaja sudah memben tuk
           kurva-kurva ketika tubuh teman-temannya masih ko tak.

           Rambutnya yang lurus dan membosankan, sementara rambut
           teman-temannya mekar seperti kembang sepatu. Wajah
           tirus nya yang seperti orang kelaparan. Kakinya yang terlalu
           panjang menjadikannya tak pernah kebagian jatah sepatu
           ketika boks-boks sumbangan datang ke panti asuhan.

              Di antara semua orang yang mengejeknya aneh dan jelek,
           hanya satu yang sanggup berkata lain. Dirinya sen diri. Dan,
           lihatlah ia kini. Ini bukan hasil pujian kiri ka nan, melainkan
           usahanya sendiri untuk tahu dirinya can tik. Tahu, tanpa
           perlu banyak usaha lagi. Semua tumbuh dengan sendirinya.
              Semoga  saja mereka mengerti.  Diva memasuki rumah nya,
           masih menggigiti bibir.







           Radio RRI. Berita. Harga sayur-mayur.
              Cabe keriting merangkak naik. Disusul merosotnya ba-

           wang merah. Kentang meluncur drastis. Kol membanjiri
           pa sar. Terung menjadi primadona. Jahe dengan stabil ber-
           jalan meniti tali harga.
              Sirkus komoditas.
              Padahal di dalam tanah sana, semua berjalan tanpa ge-
           jolak yang dibuat-buat. Tomat tak pernah keberatan buah nya





                                                                  87
   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103