Page 193 - Supernova 4, Partikel
P. 193

diriku sendiri. Masih perlukah aku bertanya atas sesuatu yang sebetulnya sudah kuketahui
        jawabannya?




                                                     Glastonbury





        Kepergianku ke Glastonbury yang tanpa persiapan tidak memberiku cukup waktu untuk
        mempelajari tempat tujuanku itu. Berbekal brosur yang kubaca di jalan, aku mengetahui

        sedang  ada  simposium  tahunan  yang  merupakan  ajang  besar  di  kota  tersebut.  The
        Glastonbury  Symposium  adalah  konferensi  akbar  para  peminat  crop  circle,  UFO,
        metafisika, geometri sakral, dan sejenisnya.

          “It’s where the New Agers from all over the world flock each year,” seorang ibu tua
        berkacamata di sebelahku berceletuk ketika melihat halaman brosur yang khusyuk kubaca.
        “You’re interested in crop circles?” tanyanya.

          “Nggak,” aku menggeleng sambil tertawa. “Saya sedang cari seseorang di Glastonbury.”

          “Well, make sure you have a place to stay. Susah cari tempat penginapan selama ada

        simposium,” katanya.

          “Punya rekomendasi?”

          Selembar kartu nama hadir di depan mukaku. Elena Bed & Breakfast. Ibu itu tersenyum
        lebar. “Yes. It’s mine. Only one room left.”




        Aku tak heran mengapa acara akbar metafisika bisa terwujud di Glastonbury. Sesuatu di
        kota  ini  menghanyutkan  kita  pelan-pelan  dalam  aura  mistiknya.  Bahkan,  berhasil

        meredam keterburu-buruanku.

          Sesuai dengan ide Elena, aku tidak lagi tergesa menuntaskan tujuanku mencari alamat
        yang dikasih Paul. Hari itu, aku menghabiskannya dengan jalan-jalan.

          Terkenal oleh puncak Tor tempat reruntuhan Gereja St. Michael berdiri, Glastonbury pun
        terkait  dengan  legenda  Yusuf  dari  Arimatia,  Holy  Grail,  Holy  Thorn,  dan  Raja  Arthur.
        Bahkan, sebagian kalangan percaya bahwa Yesus muda pernah menginjakkan kakinya di
        sini. Tanpa ajang-ajang besar seperti Glastonbury Symposium atau Glastonbury Festival,
        turis tetap membanjiri tempat ini untuk keperluan ziarah.


          Entah  itu  spiritualitas  New  Age,  Kristen,  pagan,  atau  sekadar  romantisme  zaman
        medieval, Glastonbury merangkul semuanya. Dari mulai maraknya toko ornamen kristal,
        amulet,  tarot,  hingga  jasa  penyembuhan  alternatif  dan  beraneka  ragam  terapi  relaksasi,
        semua itu menjadi bagian dari pesona Glastonbury.

          Elena, yang sekilas terkesan seperti manusia skeptis, tetap melengkapi penginapannya
        dengan  fasilitas  jasa  aromaterapi  dan  penyembuhan  reiki  yang  bisa  dipesan  ke  kamar.
        Terlihat  pula  kristal-kristal  yang  dipajangnya  di  berbagai  penjuru  ruangan.  Ia  melayani
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198