Page 197 - Supernova 4, Partikel
P. 197

muncul di layar.

          Ada  foto  patung-patung  batu  berupa  tudung  jamur,  ditopang  oleh  batang  menyerupai
        manusia.  Hawkeye  menjelaskan  bahwa  patung-patung  tersebut  peninggalan  Aztec  yang
        berhasil  diselamatkan  dari  penghancuran  besar-besaran  yang  dilakukan  oleh  tentara
        Spanyol dan represi agama Katolik saat itu.

          “Patung-patung jamur dari peninggalan Aztec menggambarkan Psilocybe caerulescens

        dan Psilocybe mexicana, yang dikenal dengan sebutan Teonanácatl, yang artinya jamur
        Tuhan.  Mereka  percaya,  jamur  Psilocybe  adalah  jendela  untuk  mencicipi  keilahian.
        Gerbang untuk kesembuhan dan keabadian.”

          Foto berikutnya adalah relief pintu katedral dari tahun 1020 di Hildesheim, Jerman, yang
        menggambarkan  drama  Firdaus  antara  Tuhan,  Adam,  dan  Hawa.  Uniknya,  tergambar
        dengan jelas bahwa buah pengetahuan di relief tersebut adalah Psilocybe semilanceata,
        yang dikenal juga dengan julukan Jamur Topi Penyihir.

          Kemudian tampak lukisan dinding gua di Tassili, Aljazair Selatan. Sosok yang dilukis

        tersebut  menyerupai  syaman  zaman  Paleolitik  yang  membawa  jamur  di  tangan  dan  di
        sekujur  tubuhnya.  Gambar  yang  diperkirakan  dibuat  sekurangnya  7.000  tahun  SM  itu
        merupakan dokumentasi tertua pemakaian jamur dalam konteks spiritual.

          Lalu, muncul foto lain. Relief batu dari Yunani yang menggambarkan dewi tetumbuhan,
        Persefone,  menerima  jamur  dari  ibunya,  dewi  pertanian,  Demeter.  Ritual  legendaris
        sekaligus  paling  misterius  itu  terjadi  di  Eleusis.  Selama  dua  milenium,  ribuan  orang
        Yunani  menempuh  perjalanan  ziarah  dari  Athena  menuju  Eleusis.  Nama-nama  besar,

        seperti  Aristoteles,  Plato,  Homer,  dan  Sofokles,  tercatat  sebagai  partisipan.  Baru  pada
        tahun  ‘70-an  akhir,  para  ahli  enteogen  modern  menduga  kuat  bahwa  upacara  sakral  di
        Eleusis bertitik pusat pada jamur psikoaktif.

          Selanjutnya, tampak gambar sebuah fresko yang menggambarkan legenda Adam, Hawa,
        dan buah pengetahuan. Fresko tersebut diambil dari kapel Plaincourault di Prancis. Kali
        ini, terlihat jelas buah pengetahuan tersebut adalah jamur berwarna merah berbintik putih.

          Hatiku berdesir melihat jamur yang membayangiku bertahun-tahun kembali muncul.

          “Amanita muscaria, yang punya julukan The Fly Agaric,” Hawkeye berhenti sejenak

        untuk tertawa kecil. “Kalau ada jamur yang bisa mewakili teori konspirasi, inilah dia.”

          “Periode syamanistik di kebudayaan Barat diwakili oleh praktik sihir, atau witchcraft.
        Ketika  agama  formal  mulai  mendominasi,  witchraft  mengalami  represi  keras.  Mereka
        yang ketahuan melakukan witchcraft, atau mereka yang disebut para penyihir, dihukum,
        disiksa, bahkan dibunuh dengan sadis. Mereka distigma sebagai orang-orang sesat, jahat,
        berdosa besar. Dengan mudah kita bisa melihat dari bagaimana nenek sihir ditampilkan di
        dongeng dan legenda yang beredar di masyarakat. Represi yang keras terhadap witchcraft

        ikut menciptakan stigma yang sama pada enteogen yang mewakilinya. Itulah yang dialami
        Amanita  muscaria.  Kebudayaan  di  Barat  hampir  semuanya  mengalami  mikofobia.
        Kecurigaan dan ketakutan berlebihan kepada jamur. Tapi, justru di sinilah kekuatan alam
        berbicara,” Hawkeye tersenyum simpul.
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202