Page 189 - Supernova 4, Partikel
P. 189

London





        Sekembalinya kami dari Madidi, aku langsung booking Helen untuk pijat shiatsu. Paul
        belum memberikan jadwal baru. Kegiatanku selama hari-hari ke depan akan kufokuskan
        pada apa pun kegiatan domestik, indoor, yang membuatku tetap sibuk tanpa harus banyak
        keluar rumah.

          Sepulangnya Helen, selembar faks masuk. Doaku terjawab dengan cepat.

          Zach membacanya.

          “Untuk siapa?” tanyaku.

          “Belum tertulis. Tapi aku 99,9 persen yakin, ini akan jadi tugasmu.”

          “Di mana?”

          “Pasifik.”


          “Fiji lagi?”

          Zach menahan tawa. “Absobloodylootely not Fiji.”

          “Solomon? Samoa? Pulau Paskah?”

          “Kamu sangat optimistis,” cetusnya geli.

          Tak  sabar,  kurampas  lembar  faks  di  tangannya.  Mataku  membelalak.  “Pacific  Trash
        Vortex?”

          “Bersemangat memotret sampah, Zarah? Yay!” Zach dengan jenaka mengepalkan kedua
        tangannya di udara.

          Aku terbahak, “Well, I smell my Times cover there, I tell you.”

          “Ah, yes. Bayangkan, foto kepala boneka mengambang di tengah ratusan botol plastik di

        Samudra Pasifik,” dengan dramatis Zach menggambarkan. “I smell Pullitzer.”
          Aku biarkan saja Zach berpuas-puas mengejekku. Berburu foto sampah di tengah laut

        memang  bukan  proyek  dambaan  banyak  orang.  Selama  Paul  memiliki  namaku  di
        daftarnya, ia selalu akan punya martir yang siap ber-jibakutai.

          The Great Pacific Garbage Patch atau Pacific Trash Vortex mulai jadi perhatian ketika
        beberapa tahun lalu seorang pelaut menemukan konsentrasi sampah dalam ukuran gigantis
        mengapung  di  Samudra  Pasifik  sebelah  utara.  Orang-orang  sempat  ribut  menjulukinya
        “benda  buatan  manusia  termasif”,  mengalahkan  Tembok  China.  Ukurannya  dua  kali
        negara  Prancis.  Dan,  berpotensi  terus  bertambah  besar.  Dalam  air  yang  terkontaminasi

        vorteks  tersebut,  jumlah  serpihan  plastik  dalam  per  liter  airnya  mengalahkan  jumlah
        plankton hingga enam kali lipat.

          Aku akan ikut memotret untuk sebuah proyek daur ulang yang disponsori perusahaan
        swasta. Kami tahu, mereka paling banyak hanya akan mampu mendaur ulang seperseratus
        ribu  dari  keseluruhan  sampah.  Tetapi,  upaya  dan  publisitas  yang  mengikutinya  tetap
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194