Page 198 - Supernova 4, Partikel
P. 198

“Anda tahu, kan, bagaimana cara alam bawah sadar kita menghadapi trauma?” lanjut
        Hawkeye. “Kalau kita punya trauma, atau konflik yang belum tuntas, batin bawah sadar
        kita akan terus memunculkan situasi di mana kita jadi terus berhadapan dengan trauma
        dan konflik tersebut. Hingga mereka diselesaikan. Yes?”

          Para peserta berkor sama-sama menyahut, “Yes.”

          “Stigma kita atas praktik perdukunan, sihir, syamanisme, witchcraft begitu keras, tapi

        gambar  Amanita  muscaria,  yang  merupakan  salah  satu  maskot  enteogen  dari  kerajaan
        fungi,  adalah  jamur  paling  populer,  paling  sering  dipakai,  paling  sering  muncul  dalam
        kehidupan kita. Books, cartoons, video games, you name it. How paradoxical is that?”
        Hawkeye  tertawa  renyah.  “Setelah  konspirasi  politis  habis-habisan  mencoba
        mengenyahkan  penggunaannya,  Amanita  muscaria  seperti  berkonspirasi  balik  dengan
        alam  bawah  sadar  manusia,  menunjukkan  trauma  kolektif  yang  perlu  kita  sembuhkan
        bersama.”


          Tanganku mengacung, spontan. “Apa efek enteogen di tubuh?” aku bertanya.

          “Enteogen  melebarkan  spektrum  kesadaran,  memampukan  kita  merasa  dan  melihat
        segala  sesuatu  lebih  intens.  Saat  ini  terminologi  yang  ada  untuk  menggambarkan
        fenomena itu adalah ‘halusinasi’—”

          “Jadi, yang kita lihat cuma halusinasi?” potongku.

          “Sama  sekali  bukan  CUMA,”  Hawkeye  menyambar  cepat.  “Bagaimana  kita
        mempersepsikan  fenomena  bernama  halusinasi  sangat  menentukan  penghargaan  kita
        terhadap  enteogen.  Secara  definisi,  halusinasi  berarti  persepsi  yang  timbul  tanpa  ada

        stimulus  eksternal.  Kenyataannya,  konotasi  halusinasi  yang  sering  kita  pakai  ada  di
        kategori delusional, irasional, dan tidak nyata. Saya tidak melihatnya seperti itu.”

          “Can you elaborate?” desakku.

          Hawkeye menatapku lurus. “And your name is?”

          “Zarah,” sebutku lantang.

          “Oke, Zarah,” Hawkeye berdeham. “Kamu mengerti bahwa segala makhluk dan benda
        di alam tiga dimensi ini memiliki aspek gelombang? Yes?”

          Aku mengangguk saja.

          “Kalau  kamu  mengukur  semua  objek  dalam  alam  tiga  dimensi  ini,  rata-rata  panjang
        gelombangnya  7,23  sentimeter.  Seperti  tangga  nada,  setiap  not  bisa  berbeda  karena

        panjang gelombangnya berbeda. Demikian juga realitas kita. Jika kita punya kemampuan
        menangkap benda dengan panjang gelombang berbeda, apa yang tadinya tidak kelihatan
        dalam kondisi normal tiga dimensi, bisa jadi kelihatan. Ibarat kamu nonton televisi, kalau
        di layar kamu cuma ada CNN, bukan berarti saluran BBC di gelombang lain tidak ada.
        Kamu hanya tidak sedang tune-in ke saluran itu. Mengerti?”

          Aku mengangguk lagi.

          “Enteogen mampu melebarkan daya tangkap kita. Apa yang tadinya tidak terlihat, jadi
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203