Page 199 - Supernova 4, Partikel
P. 199

terlihat. Apa yang tadinya tidak terdengar, jadi terdengar. Apa yang tadinya tidak nyata,
        menjadi  nyata.  Kalau  halusinasi  artinya  adalah  persepsi  tanpa  stimulus  eksternal,  lalu
        bagaimana  dengan  stimulus  internal?  Itulah  yang  dilakukan  enteogen  kepadamu.  Dia
        membuka realitas baru dari dalam.”

          “Memangnya efek enteogen itu objektif sama bagi semua orang?”

          “Ya dan tidak,” tandasnya. “Enteogen yang disalahgunakan, misalnya, berakibat fatal.

        Contoh, tembakau. Dalam ritual spiritual Indian, asap tembakau jarang diisap, melainkan
        ditiup. Tembakau yang digunakan murni. Bagaimana tembakau tersebut dipersepsikan dan
        konteks  pemakaiannya  amat  terjaga.  Hasilnya?  It  heals.  Rokok,  sama-sama  pakai
        tembakau,  tapi  dicampur  dengan  empat  ribu  zat  kimia  lain.  Dibeli  tanpa  berpikir,
        digunakan  untuk  rekreasi  dan  candu,  akibatnya?  Rokok  menjadi  ancaman  kesehatan
        terbesar di dunia. It kills. Jadi, sama-sama tembakau, tapi efeknya berbeda.

          “Contoh  lain,  enteogen  yang  dipakai  oleh  orang  yang  konstruksi  mentalnya  labil,

        patologis, dan tidak ada fasilitator yang kompeten. Hasilnya? Fatal. Tapi, ketika enteogen
        dipakai  sesuai  fungsi,  dalam  konteks  yang  sakral  dan  benar,  saya  punya  setumpuk
        dokumen  yang  saya  kumpulkan  puluhan  tahun  dan  bisa  kamu  cek  kalau  punya  waktu,
        bahwa  dimensi  yang  ditunjukkan  oleh  enteogen  sifatnya  konsisten.  Apa  yang  dialami
        ribuan  orang  yang  diinisiasi  Ayahuasca,  visi  yang  mereka  lihat,  figur-figur  spirit  yang
        muncul,  sangat  mirip  dan  khas.  Begitu  juga  dengan  Iboga,  Peyote,  Psilocybe,  dan
        seterusnya. Does it answer your question?”


          Napasku  menghela  panjang.  Sementara  cukup.  Aku  mengangguk  dan  duduk.  “Thank
        you.”

          Tanya jawab masih berlangsung hingga setengah jam ke depan. Setelah itu, Hawkeye
        menutup sesinya dengan kesimpulan, “Secara historis, enteogen memiliki peranan mutlak
        dalam awal mula kehidupan spiritual manusia,” tegasnya. “Bahkan, saya berani berkata,
        segala kehidupan religius dan spiritual yang kita miliki sekarang berakar pada enteogen.

        Seperti saklar lampu, enteogenlah yang kali pertama mengaktifkan dimensi spiritual pada
        otak manusia.”

                                                                                                               3.

        Tepat  pukul  dua  belas  siang,  para  peserta  rihat  makan  siang.  Orang-orang  berdiri,
        meninggalkan  bangkunya.  Beberapa  tersisa  untuk  melanjutkan  diskusi  antarmereka,
        beberapa  mendatangi  Hawkeye  untuk  bertanya.  Aku  adalah  salah  satu  dari  orang  yang
        tersisa di ruangan. Mengamati muka-muka orang yang berjalan keluar. Mencari.

          Aku  terkejut  ketika  menyadari  di  hadapanku  seorang  pria  telah  berdiri.  Entah  sudah

        berapa  lama  ia  di  sana.  Dari  rambutnya  yang  mulai  menipis  dan  sebilah  tongkat  yang
        dipakainya,  aku  menduga  umurnya  sekitar  enam  puluhan  tahun.  Dari  sikap  tubuh  dan
        sorot matanya yang cerdas, ia menunjukkan semangat yang jauh lebih muda. Garis muka
        dan warna kulitnya jelas menunjukkan ia orang Asia. Mengenakan kemeja flanel kotak-
        kotak lengan panjang dan jins, pria itu menatapku santai.

          Jantungku kehilangan degupnya sesaat. “Simon Hardiman?” tanyaku tegang.
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204