Page 213 - Supernova 4, Partikel
P. 213

Untuk  menengok  crop  circle,  Pak  Simon  tidak  membawa  Lance  dan  Bentley-nya.  Ia
        mendaftarkan kami berdua ikut tur.

          Pak  Simon  menunjuk  kepada  seorang  bapak  tua  berusia  enam  puluhan  yang  sedang
        mengetes mikrofon di dalam bus. “Untuk crop circle, dia guide yang lebih baik daripada
        saya,” bisiknya.

          Laki-laki yang ditunjuk Pak Simon itu bernama Dave Moore. Moore terlibat fenomena

        UFO sejak tahun 1970-an, saat ia masih bekerja di badan intelijen militer Inggris. Pada
        1976,  Moore  adalah  salah  seorang  dari  grup  yang  ditugasi  meneliti  aktivitas  UFO  di
        Wiltshire.

          Dengan  mikrofon  Moore  mulai  menceritakan  awal  mula  ketertarikannya  terhadap
        fenomena  UFO  dan  crop  circle.  Suatu  malam,  saat  Moore  diposkan  di  bukit,  ia
        menyaksikan tujuh bulatan cahaya mengambang di udara. Setelah sekian lama, bulatan-
        bulatan cahaya itu bergabung menjadi sebuah bulatan besar. Bulatan besar itu kemudian

        naik  terus  hingga  menyaru  dengan  bintang-bintang  di  langit,  sebelum  akhirnya  lenyap
        dalam sekejap. Ketika Moore menyelidiki lingkungan sekitar, barulah ia tahu bahwa tepat
        di  bawah  bundaran  tersebut,  di  ladang  gandum,  batang-batang  gandum  merebah,  rapi
        seperti  dibengkokkan  satu  demi  satu,  membentuk  lingkaran  berdiameter  lebih  kurang
        sembilan meter. Sejak itu, Moore tidak berhenti meneliti crop circle.

          Moore  bercerita,  ketertarikannya  terutama  pada  perubahan  medan  elektromagnet  di
        sekitar  lokasi  tempat  formasi  terbentuk.  Ia  bahkan  menemukan  beberapa  pola  tertentu

        memancarkan  gelombang  suara.  “Kita  tidak  selalu  menangkap  suara  tersebut  karena
        frekuensinya  yang  sangat  tinggi,”  jelas  Moore.  “Kita  harus  menganalisisnya  dengan
        bantuan mesin.”

          Crop circle pertama yang akan kami kunjungi baru berumur sehari. Moore membagikan
        fotonya kepada semua peserta tur. Foto dari angkasa itu menunjukkan gambar lingkaran
        yang  di  dalamnya  ada  serupa  pohon,  bagian  daunnya  membentuk  setengah  lingkaran,

        padat  oleh  buah  bundar-bundar  yang  banyak,  batangnya  pendek,  dan  akarnya  tersebar
        membentuk kipas.

          “Menurutmu, apa itu, Zarah?” tanya Pak Simon.

          “Mmm… pohon apel?”

          Pak Simon membolak-balik foto itu. “Aneh. Saya, kok, melihatnya seperti jamur.”

          Bertepatan  dengan  itu,  Moore  telah  selesai  membagikan  foto  dan  kembali  ke
        mikrofonnya. “The Tree of Life,” katanya lantang, “melambangkan pohon pengetahuan
        yang  dimakan  buahnya  oleh  Hawa.  Awal  dari  kehidupan.  Dan,  formasi  ini  terjadi  di
        tempat bernama Adam’s Grave. How ironic is that?” Moore tergelak.

          Pak Simon mengangkat tangan tanpa ragu. “I think it’s a mushroom,” katanya lantang.

          “Mushroom?” Moore mengecek fotonya sendiri sambil membenarkan letak kacamata.


          “Ah, ya. The Fly Agaric,” seseorang berceletuk.

          “Hmmm. Bisa jadi. Ada yang ikut sesi syamanisme dan enteogen tempo hari bersama
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218