Page 212 - Supernova 4, Partikel
P. 212

Bayangkan, bagaimana para pembangun aslinya bisa menyusun batu sebanyak dan sebesar
        ini?”

          “Kalau ada teknologi secanggih itu, kok, bekasnya nggak ada? Harusnya ada jejak alat,
        kek, teknologi, kek—”

          “Bagaimana kalau ternyata teknologi mereka tidak menggunakan alat eksternal?” sela
        Pak Simon.

          Aku terdiam.


          “Bagi peradaban yang cuma fokus pada materi, bukti yang mereka cari pasti berkisar di
        alat dan perkakas. Tapi, seperti yang dikatakan ayahmu, ada teknologi lain yang sifatnya
        internal,  yang  jika  dieksplorasi  bisa  melakukan  pencapaian-pencapaian  yang  mungkin
        lebih dahsyat daripada sekadar mengandalkan teknologi eksternal. Itu juga bisa jadi satu
        kemungkinan, kan?”

          Berat, aku mengangguk.

          “Sejak Firas menunjukkan hubungan hipotesis antara enteogen dan perjalanan dimensi
        lain,  banyak  persepsi  saya  yang  ikut  berubah,  Zarah.  Pikiran  saya  jadi  terbuka  untuk

        kemungkinan-kemungkinan  lain  yang  tadinya  tidak  saya  lirik.  Stonehenge  bukan  satu-
        satunya bangunan neolitik. Di daerah Salisbury ini saja ada ratusan yang tersebar. Di dunia
                                                                                                     2
        apalagi.  Bagaimana  kita  bisa  menjelaskan  bangunan-bangunan  cyclopean   seperti
        Saqsayhuaman  di  Peru?  Konstruksi  seperti  Giza?  Atau  anomali  seperti  Nazca  Lines?
        Banyak yang berteori, berusaha membuat miniatur, tapi kita tahu persis, semua misteri itu
        tidak pernah terjawab tuntas.

          “Tidak ada manusia modern yang berhasil mengulang keajaiban yang sama, biarpun kita
        sudah  merasa  memiliki  teknologi  maju.  Dan,  satu  pertanyaan  paling  besar  tetap  tidak
        terjawab: mengapa? Mengapa Stonehenge dibangun? Untuk apa piramida didirikan? Apa

        tujuan Nazca Lines? Menurut saya, itu pertanyaan yang lebih besar. Ada masalah relasi
        yang belum terungkap. Peradaban masa lalu memiliki sebuah relasi dengan sesuatu. Entah
        apa. Relasi yang sekarang tidak lagi kita miliki. Atau belum kita sadari.”

          “Mungkin,  monumen-monumen  seperti  ini  sebetulnya  untuk  mengingatkan  kita  pada
        relasi itu?”

          “Bagiku, itulah keping teka-teki yang paling penting, Zarah,” Pak Simon menebarkan
        pandangan.  “Monumen-monumen  ini  dibuat  dengan  kekuatan  yang  memungkinkan
        mereka bertahan menembus waktu ribuan bahkan puluhan ribu tahun. Saya rasa, mereka

        memang  didesain  sebagai  pengingat  akan  sesuatu  yang  tidak  boleh  dilupakan  sampai
        kapan pun.”

          Dalam jatah waktu yang tersisa, aku bergeming memandangi batu-batu keabuan yang
        berdiri bagai gigi-gigi raksasa merobek angkasa terbuka. Berusaha membayangkan ritual,
        pemujaan,  upacara,  penyembuhan,  dan  keajaiban  apa  saja  yang  pernah  terjadi  di  sana.
        Lagi-lagi, bulu kudukku meremang.


                                                                                                               7.
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217