Page 214 - Supernova 4, Partikel
P. 214

Hawkeye?” seseorang lagi bersuara. “Ini mirip dengan jamur Amanita di fresko Prancis
        itu.”

          Di  bus  itu,  yang  isinya  adalah  para  peserta  simposium,  terciptalah  diskusi  dadakan
        tentang bentuk crop circle yang akan kami datangi sebentar lagi.

          Aku  memilih  tidak  bersuara,  tapi  diam-diam  aku  melihat  kebenaran  dari  pengamatan
        Pak Simon.

          Gambar  pohon  itu  pada  dasarnya  adalah  lingkaran  dibelah  dua,  maka  perspektifnya

        memang  bisa  dibolak-balik.  Lalu,  batang  pendeknya  memang  lebih  menyerupai  batang
        jamur ketimbang pohon. Dan, ketika bagian yang “berbuah bundar” dilihat sebagai bagian
        atas,  gambar  itu  jadi  cocok  dengan  tudung  Amanita  muscaria  yang  totol-totol.  Ketika
        gambar tersebut dibalik, jadi mirip Psilocybe cubensis.

          Ke  dalam  mikrofon,  Dave  Moore  akhirnya  berkata,  “Crop  circle  ini  baru  berumur
        sehari. Kesimpulan bisa berubah. Entah itu pohon atau jamur, yang jelas, sebentar lagi kita
        bisa lihat sendiri.”


          Bus kami merapat di sebuah rumah petani. Di Wiltshire, fenomena crop circle sudah
        bagian  dari  keseharian  masyarakat  setempat.  Para  petani  merangkulnya  menjadi  bagian
        dari pariwisata, dan mereka sudah terbiasa berkoordinasi dengan pemandu wisata untuk
        menampilkan crop circle di ladangnya.

          Ditandai dengan panah-panah kayu bercat merah, kami berjalan menuju lokasi tempat
        formasi terbentuk. Menembus ladang gandum yang tingginya sepinggang. Bulir-bulirnya
        yang keemasan bergemeresik, menggelitik saat menyentuh kulit.

          Mulai  terlihat  bulir-bulir  yang  merebah.  Aku  dan  Pak  Simon  hampir  berbarengan

        menghentikan langkah. Bentangan formasi itu mencapai hampir seratus meter.

          “Lihatlah,  Zarah.  Masih  percaya  kalau  ada  manusia  yang  bisa  membuat  ini  dalam
        semalam, dalam keadaan gelap gulita?” tanyanya.

          Aku  menebarkan  pandanganku.  Tidak  ada  batang  yang  hancur.  Bulir-bulir  itu
        membengkok  dan  memuai  seperti  dipanaskan  dari  dalam.  Di  setiap  bentuk  yang
        melingkar,  terdapat  semacam  bulatan  inti  di  pusatnya.  Bulatan  itu  dibentuk  dari  pucuk
        bulir-bulir  yang  tidak  ikut  rebah,  yang  kemudian  seolah  menari  berputar  membentuk

        lingkaran. Entah ada berapa puluh lingkaran yang serupa. Siapa pun yang melakukan ini
        punya kemampuan presisi luar biasa dan kehalusan di luar akal.

          Semakin lama berdiri di dekat sana, aku menyadari kepalaku mulai semaput. Beberapa
        saat  kemudian  aku  bahkan  harus  duduk.  Ternyata,  aku  tak  sendiri.  Beberapa  dari
        rombongan mulai berbaring. Banyak yang memilih memulai meditasi.

          Moore  menenangkan  kami  dan  memberi  tahu  bahwa  itu  hal  biasa.  Crop  circle  yang
        masih baru biasanya sangat kuat medan elektromagnetnya.

          “Kamu baik-baik saja, Zarah?” tanya Pak Simon.

          Aku mengangguk cepat, “Iya, Pak.” Dalam hati, aku ingin bilang, sesuatu di tempat ini

        mengingatkanku pada Bukit Jambul. Entah apa.
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219