Page 114 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 114

IntelIgensI embun PagI

              Alfa membaca kesungguhan di wajah Kell. “Sarvara?”
              “Ada satu yang mendekat kemari. Dia bukan Sarvara
           biasa. Kedatangannya berarti kabar buruk. Semoga kita belum

           terlambat,” jawab Kell. “Kamu mau bantu? Coba masuk ke
           Asko. Sekarang juga.”
              “Kell. Masuk ke Asko nggak sama kayak pamit ke toilet.
           Aku nggak bisa langsung buka pintu dan masuk begitu saja.
           Ada proses panjang yang belum aku kuasai betul. Terakhir kali
           dengan dr. Kalden di Tibet, aku….”
              “Just shut up and go.”
              Alfa buru-buru mengambil posisi dan mengatupkan
           matanya.







           Tanpa Elektra menunjukkan jalan, Bodhi terpaksa melakukan
           serangkaian tebak-menebak untuk bisa kembali pulang ke
           Elektra  Pop  dengan  angkutan  umum.  Uangnya  yang  pas-
           pasan tidak mengizinkannya untuk naik kendaraan yang
           lebih minim risiko seperti taksi. Namun, tersasar bukanlah
           sesuatu yang paling dirisaukannya saat ini. Ia lebih khawatir
           bagaimana menjelaskan kepada Toni dan segenap pengurus
           Elektra Pop tentang apa yang terjadi dengannya dan Elektra.

           Sebelum kehadirannya di Bandung, kehidupan Elektra baik-
           baik saja. Kini, Elektra bahkan tak sanggup bangkit duduk,
           terbaring lemah semata-mata karena dirinya bersikeras ingin
           masuk ke sebuah tempat antah-berantah bernama Asko.


                                                                  99
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119