Page 171 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 171

Keping 57


             Adukan Sati terhenti. “Hantu?”

             “Kemarin waktu dengan Bodhi, Bu. Kami masuk ke benteng
           batu-batu. Seram banget. Ada hantunya, hitam, tinggi besar.”
             Sati hanya menggumam pendek. “Coba makan sedikit, ya?”
           Ia menyiapkan sesendok penuh di depan mulut Elektra.

             “Nggak usah disuapi, Bu. Saya coba makan sendiri,” kata
           Elektra. Sambil mengunyah, Elektra menyadari perasaan lega
           ketika tahu Bodhi sudah pergi. Entah kenapa kehadiran Bodhi
           jadi terasa membebani. Dalam kepalanya, Elektra berusaha
           memutar ulang memori pertemuannya dengan Bodhi. Ingatan
           itu terasa jauh dan berjarak, padahal kejadiannya baru dua hari

           lalu.
             “Saya sempat dengar Ibu bilang ke Bodhi soal  electro-
           empath. Memang ada ya, Bu? Pernah tahu ada orang lain lagi
           kayak saya?”

             “Ingat cerita tentang kakekku di India?”
             Elektra mengangguk.
             “Kakekku juga seperti kamu.”
             Elektra manggut-manggut lagi.
             “Dia mati gara-gara kemampuannya sendiri.”

             Sesaat bubur kacang hijau itu terasa hambar. Kunyahan
           Elektra melambat.
             “Kakekku itu menyembuhkan ribuan orang selama
           hidupnya.  Tapi,  kemampuannya  tidak  selalu  mendatangkan

           kebaikan. Seperti kamu, kadang-kadang dia harus bertemu



           156
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176