Page 170 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 170

KEPING 57




              Pertaruhan yang Sebenarnya












                     i kamar sembilan meter persegi yang hanya terisi
                     oleh ranjang sempit dan meja kecil berlaci Elektra
           Dpernah terbaring sakit berhari-hari. Sati merawatnya

           seperti anak sendiri. Belum cukup Elektra membalas kebaikan
           Sati, ia sudah harus berutang budi sekali lagi.
              “Maaf ya, Bu,” gumam Elektra seusai menelan air hangat
           yang diminumkan Sati ke mulutnya.
              “Maaf kenapa?”
              “Saya ngerepotin terus.”

              “Nggak ada yang repot.”
              “Bodhi mana, Bu?”
              “Pulang dulu,” jawab Sati sambil menyiapkan mangkuk
           berisi bubur kacang hijau yang masih mengepulkan uap halus,
           mengaduk-aduknya agar tak terlalu panas.
              “Saya nggak mau lihat hantu lagi, Bu.”
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175