Page 172 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 172

IntelIgensI embun PagI

           dengan orang-orang yang eksistensinya mirip benalu. Bukan

           salah mereka, secara alamiah mereka memang begitu. Kamu
           yang justru harus ekstra hati-hati. Energimu bisa terkuras
           sampai titik fatal. Kalau sudah begitu, susah membalikkannya
           lagi.”

              “Maksud Ibu, orang-orang seperti Bodhi?”
              Ibu Sati menghela napas. “Makanya, aku ingin sekali bantu
           dia. Potensi anak itu luar biasa. Tapi, ibarat memilih antara
           dua kutub, dia harus menyeberang dari negatif ke positif.
           Ibu nggak yakin dia mampu melakukannya sendiri. Sebelum
           kemampuannya berbalik, dia berbahaya buatmu.”

              “Bodhi mau dibantu?”
              “Dia kelihatan ragu-ragu. Kita harus siap dengan
           kemungkinan terburuk. Mungkin dia pergi dan nggak
           balik lagi,” ujar Sati. Tangannya mendarat di bahu Elektra,

           membelainya lembut. “Yang penting sekarang kamu, Elektra.
           Ada teman Ibu yang sudah datang untuk bantu kamu.”
              Elektra menangkap bayangan di lantai, menyadari bahwa
           sejak tadi ada orang yang berdiri di dekat pintu.
              Suara tongkat mengetuk lantai terdengar berbarengan

           dengan kaki yang melangkah. Muncullah seorang laki-laki
           di bingkai pintu. Bertubuh kecil dan bermuka jenaka, pria itu
           tampaknya seumur dengan Sati. Penampilannya santai dengan
           jins biru dan kemeja flanel digulung hingga siku. Ia melempar

           senyum ramah. Canggung, Elektra membalas.



                                                                 157
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177