Page 176 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 176

IntelIgensI embun PagI

           meninggalkan mereka. Namun, ia juga yakin Bodhi cukup

           pintar untuk tidak pergi jauh. Elektra Pop tetap menjadi
           tempat perlindungan paling aman bagi mereka saat ini.
              Seolah mendekati macan tidur, dengan hati-hati Alfa
           mengambil posisi di dekat Bodhi. Panas bodi mobil menembus

           bajunya. Sinar matahari tepat menyembur di tempat mereka
           berdiri.
              “Aku pikir kota ini dingin,” ucap Alfa.
              “Di mana-mana kalau siang terik begini, ya, panas,” balas
           Bodhi. “Tapi, Bandung memang sudah nggak sedingin dulu.”
              “Awal memang selalu jadi yang paling susah, Bodhi.”

              “Kamu masih ngomongin Bandung atau yang lain?”
              “Yang lain,” jawab Alfa.  “Gelar Peretas Mimpi
           kedengarannya keren, tapi prosesnya kayak neraka. Aku
           insomnia kronis, Bodhi. Sebelas tahun tanpa bisa tidur normal.

           Terlelap buatku adalah pertaruhan nyawa. Selama itu kupikir
           ada setan yang berusaha membunuhku tiap aku tidur. Baru
           ketika  dirawat di  klinik  gangguan  tidur,  aku lihat rekaman
           percobaan bunuh diri yang kulakukan tanpa sadar. Setan yang
           kucari ternyata diriku sendiri. Habis lihat video itu aku lari

           berjam-jam, malam-malam. Kaget, nggak terima, berpikir
           bagaimana caranya kabur dari tubuhku.”
              Pengakuan Alfa mengusik Bodhi. Ia amat paham perasaan
           itu. Sudah tak terhitung ia ingin berontak keluar dari tubuhnya

           sendiri.



                                                                 161
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181