Page 177 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 177

Keping 57


             “Infiltran yang membantu prosesku namanya dr. Kalden.
           Dari dia, aku baru tahu identitasku sebagai Peretas, dan baru

           di Asko aku tahu mekanisme yang kelihatannya percobaan
           bunuh diri itu justru upayaku untuk bertahan hidup. Segalanya
           terbalik, Bodhi. Yang kukira hitam ternyata putih, yang kupikir
           putih ternyata hitam,” lanjut Alfa.
             “Yang kamu pikir mati ternyata hidup,” sambung Bodhi.

             “Termasuk itu.”
             “Aku kenal Kell di Bangkok. Setiap kali aku lihat dia, sering
           muncul sekilas informasi, kadang visual, kadang kayak tahu
           begitu saja kalau dia bukan manusia biasa. Aku pernah lihat
           kilasan perjalanan hidupnya, bukan di zaman ini. Bahkan, di
           detik-detik terakhir sebelum dia mati di tanganku, aku punya
           perasaan dia bakal kembali,” ujar Bodhi.
             “Tapi, melihat dan mengalaminya langsung ternyata nggak

           segampang itu,” sahut Alfa.
             Bodhi mengangguk dan menggumam pendek.  “Guru
           Liong. Dia juga sudah memberikan pertanda yang sama,
           bertahun-tahun yang lalu, dan aku benar-benar buta.”
             “Kell bilang, dia orang yang membesarkanmu. Karena itu

           kamu pakai nama belakang ‘Liong’?”
             “Aku nggak pernah punya orangtua, Alfa. Guru Liong
           mengurusku dari bayi. Kami nggak ada hubungan darah. Tapi,
           dia satu-satunya  keluarga  yang kupunya.” Bodhi meluaskan
           pandangannya ke sekeliling.  “Menerima mereka kembali.
           Menerima visual ini. Gila. Terlalu gila.”



           162
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182