Page 181 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 181
Keping 57
tatanan yang lebih tinggi. Saya percaya gabungan keduanya.
Ada spontanitas dalam hidup, dan ada juga yang sudah
dirancang. Bakat seperti kamu bukan insiden. Dalam tatanan
yang lebih tinggi, kamu sudah merencanakannya untuk dirimu
sendiri. Masalahnya, apakah rencana itu masih cocok untuk
kamu jalankan? Hidup ini juga bisa berubah, toh.”
Elektra terdiam. Debar jantungnya terlalu mendistraksi
untuk bisa berpikir jernih.
“Gampangnya begini. Kemampuan mana yang menurutmu
lebih membawa manfaat?”
“Jelas menyembuhkan orang, Pak. Tapi, kenapa harus
memilih? Kenapa nggak dijalankan keduanya saja dengan
seimbang?” Elektra bertanya dengan takut-takut.
Simon menoleh ke arah Sati sambil melepas tawa.
“Seimbang? Yah, konsep yang menarik.” Perhatiannya beralih
kepada Elektra. “Kalau begitu, saya tidak bisa bantu kamu.”
Simon mengentakkan tongkatnya ke lantai, lalu bangkit dari
tempat duduknya.
“Simon… sebentar….” Sati berusaha menahan.
“Anggap saja perjalanan jauhku ini untuk mencicipi bubur
kacang hijaumu yang lezat.”
“Pak Simon, apa kemungkinan terburuk kalau saya ingin
mempertahankan kemampuan saya?” tanya Elektra.
Simon tegap berdiri, menopangkan kedua tangan di pucuk
tongkatnya. “Kamu menjadi mangsa empuk vampir-vampir
energi seperti temanmu yang namanya Bodhi. Mereka,
166

