Page 179 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 179

Keping 57


             “Dari mana kamu tahu soal batu itu terpecah? Belum
           pernah ada yang memberitahuku sebelumnya.”

             “Batu ini punya sirkuit aktif, aku bisa lihat jalurnya menjalar
           ke mana-mana.”
             Alfa mengerjapkan matanya, menatap batu itu baik-baik.
           “Maksudmu, kalau batu ini dibelah, bakal ada semacam

           microchip, begitu?”
             “Dibelah seratus pun aku rasa nggak bakal ditemukan apa-
           apa. Dia bukan sepenuhnya bagian dari realitas ini, Alfa. Wujud
           batu ini cuma topeng.” Kembali, tatapan Bodhi berpencar.
           “Sama seperti semua ini. Masalahnya, selama ini kita buta.”

             “Amnesia,” sahut Alfa pelan.
             Terdengar  langkah  kaki mendekati mereka. Spontan,
           keduanya menoleh. Kell sudah berdiri di belakang.
             “Bodhi, aku tahu kamu butuh waktu, tapi kami nggak bisa

           lama-lama menunggu kamu siap. Sori. Siap nggak siap, Liong
           sudah menunggu.”






           Batu hitam berkilap yang tertanam bagai kubah di pucuk
           tongkat itu menarik perhatian Elektra. Simon duduk sambil
           memegang tongkatnya di sebuah kursi yang disediakan Sati
           di pinggir ranjang. Dalam penilaian Elektra, Simon tidak

           kelihatan cukup tua untuk berjalan menggunakan tongkat.



           164
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184