Page 182 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 182

IntelIgensI embun PagI

           yang dengan tidak sadar, ingin menumpangkan penderitaan
           mereka ke orang lain. Orang-orang semacam kamu akan

           selalu dicari. Dan, kita bukan cuma bicara di level manusia,
           Elektra. Ada banyak makhluk dari berbagai macam dimensi
           yang tidak kelihatan mata telanjang dan hidup bersama kita.
           Kemampuanmu seperti lampu yang menarik laron-laron.
           Aksesmu yang terbuka akan membuat makhluk-makhluk itu

           mengira kamu menawarkan jalan keluar. Padahal, tidak. Yang
           kamu lakukan cuma menyerap semua penderitaan di sekitarmu
           tanpa bisa menyaring, tanpa bisa melawan.”
              “Kalau begitu, ajari saya caranya menyaring dan melawan.”
              “Pertapa seperti ayahnya Sati pun tidak sanggup,” sahut
           Simon.  “Saya curiga kamu memang  belum  menyadari
           keterbatasan pilihanmu.” Simon mengulurkan tangannya.
           “Coba, alirkan listrik ke badan saya. Cek, masih bisa, nggak?”

              Elektra menjulurkan tangan dan sebentar kemudian
           mundur lagi. “Saya biasanya pakai kabel, Pak.”
              “Sati, ambilkan kabelnya.”
              Sati bangkit dan tak lama kemudian kembali membawa
           sebuah kantong kain. Ia mendekap kantong itu seperti enggan

           menyerahkan. “Simon, Elektra masih lemah.”
              “Dia masih lemah kalau disuruh balap lari, tapi aku yakin
           dia cukup kuat untuk mengecek kemampuannya. Sebentar
           saja.”
              Sati membongkar kantong itu dan menyiapkan perangkat
           yang biasa Elektra pakai; seutas kabel dengan satu ujung



                                                                 167
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187