Page 184 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 184
IntelIgensI embun PagI
Elektra menarik balik tangannya, terperenyak dengan
kenyataan bahwa listrik itu tak ada lagi.
“Sekarang kamu tahu kenapa badanmu bereaksi seperti
orang sakit. Badanmu berkalibrasi dengan hilangnya
kemampuanmu,” tandas Simon.
Elektra melirik Sati, meminta pertolongan. Matanya mulai
berkaca-kaca. Semua yang ia bangun, semua yang ia pelajari,
kandas begitu saja.
“Bukan saya yang akan mengembalikan kemampuanmu,
bukan juga saya yang akan menutup pintu potensimu. Saya
cuma akan jadi pemandu, Elektra,” kata Simon lagi. “Kamu
sendiri yang akan memilih salah satu dari dua pilihan itu.
Dengan sadar.”
“Bagaimana caranya, Pak?” tanya Elektra nyaris berbisik.
“Prosesnya seperti hipnotis. Kamu tutup mata, bervisualisasi,
selebihnya saya yang bimbing. Pertama-tama, saya butuh
persetujuanmu.”
Elektra mengangguk.
“Niat menggerakkan kesadaran. Ulang niatmu sekali lagi
sambil memegang batu ini. Nyatakan persetujuan itu dalam
hati.” Simon menyodorkan pucuk tongkatnya.
Telapak tangan Elektra mendarat di atas batu itu. Terasa
licin dan dingin.
Kehangatan kembali hadir di wajah Simon. “Kita bisa
mulai.”
169

