Page 183 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 183

Keping 57


           telanjang dan satu ujung bersteker, serta sebuah pelat timah
           berukuran separuh telapak tangan. Begitu sampai di depan

           colokan, Sati berhenti.  “Kalau benar Elektra kehilangan
           kemampuannya, dia bakal kesetrum. Ini nggak aman.”
             “Dia harus tahu pertaruhan yang sebenarnya.”
             Sati  mencolokkan  steker,  lalu  menyerahkan  ujung  kabel
           yang telanjang kepada Elektra dengan muka bimbang.
             “Silakan.” Simon mendekatkan tangannya.

             Dengan buntut kabel yang keluar dari genggamannya,
           Elektra terpaku. Sati benar. Kalau kemampuannya hilang,
           sama saja ia akan menyetrum diri dengan listrik rumah ini. Di
           hadapannya, Simon duduk tenang. Gambaran awalnya tentang
           tokoh bapak kocak di komik pupus sudah. Ketenangan Simon
           terasa dingin dan mengerikan.
             Elektra menelan ludah. Akhirnya, ia memutuskan

           untuk meletakkan kabelnya di kasur. Sebagai ganti, Elektra
           mendekatkan telapak tangannya ke tubuh Simon, mulai
           mengatur pernapasan, dan berusaha mengalirkan listrik dari
           tubuhnya sendiri.
             Beberapa saat berlalu.  Tidak terjadi apa-apa. Elektra
           mengulang lagi. Seharusnya terjadi percikan seperti kilat kecil

           yang menghubungkan tangannya dan Simon. Elektra pun
           mengulang lagi. Percikan itu tetap tidak terjadi.
             “Kita bisa bertahan sejam begini dan tetap tidak akan
           terjadi apa-apa, selain kamu yang tambah lemas dan saya pegal
           menunggu,” kata Simon.



           168
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188