Page 185 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 185
KEPING 58
Kisi Penjara
egila-gilanya ia berkhayal, Bodhi tak pernah
membayangkan akan berhadapan dengan Kell dan
SGuru Liong sekaligus. Tidak dengan abu jasad keduanya
masih bergantung di leher.
Tidak juga pernah terbayang seperti apa Guru Liong
semasa muda; bagaimana ia bersikap, berbicara, bergerak.
Guru Liong dalam ingatan Bodhi adalah Guru Liong
yang jompo dan keriput. Guru Liong tidak galak, tapi juga
tidak ramah. Berbicara seperlunya. Tegas kepada siapa pun,
terutama kepada Bodhi. Pada usia senjanya, Guru Liong
tetap gesit, waspada, dan fit. Bodhi selalu merasa Guru Liong
akan hidup selamanya. Orang tua satu itu tidak pernah sakit.
Ketika Guru Liong dikabarkan meninggal pun, Bodhi yakin
penyebabnya bukan penyakit. Orang-orang bilang, Guru
Liong terkena serangan jantung. Meninggal dalam tidur.

