Page 186 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 186
IntelIgensI embun PagI
Tanpa bisa menjelaskan kepada siapa pun, Bodhi menyimpan
keyakinan Guru Liong meninggal karena memang kepingin.
Kini, berdiri dengan sikap sempurna di hadapannya,
kehadiran Liong muda mengonfirmasi dugaan-dugaan Bodhi.
Walau fisiknya jauh berbeda dari apa yang ia ingat, walaupun
logat Hokkian-nya hilang, Bodhi tahu ia berhadapan dengan
orang yang sama.
“Hampir pasti kita kehilangan Petir,” ucap Liong lantang.
“Sarvara yang sekarang bersama Petir punya kemampuan
menghapus ingatan Peretas. Dia tidak bakal ragu melakukannya
kepada Petir.”
“Bu Sati?” tanya Bodhi.
“Sati lain lagi. Kemampuannya juga hebat. Dia punya
kesabaran untuk menggeser Peretas keluar dari jalur, meski
tidak sampai menghapus permanen,” jawab Liong. “Sarvara
yang kumaksud ini namanya Simon. Dia mampu memutus
kalian sepenuhnya dari rencana.”
“Dengan cara apa?” tanya Alfa.
“Setiap Sarvara punya senjata khas masing-masing. Sebagai
yang paling sering ketemu Sarvara, aku yakin kamu paham.”
Alfa merasa tersindir meski muka Liong tampak lurus-
lurus saja.
Bodhi menyikut Alfa. “Kamu mungkin perlu
menerjemahkan untuk Kell,” katanya tanpa melirik Kell sama
sekali.
171

