Page 187 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 187

Keping 58


             “No need,” sahut Kell. Ia mengetukkan jari di pelipisnya.
           “Ada fasilitas penerjemahan otomatis di sini.”

             “Bisa kuteruskan?” Liong berdeham.
             Alfa mengacungkan tangan.  “Pertanyaan. Petir itu
           sebetulnya punya fungsi apa?”
             “Aku juga belum tahu fungsiku apa,” celetuk Bodhi.
             “Kalian ngerti, nggak, kalau informasi tentang fungsi

           Peretas itu info vital? Jauh lebih penting daripada nama kode
           kalian?  Dan, kalau Sarvara  berhasil mengidentifikasi  fungsi
           kalian itu sama saja mereka menang lotre? Kalian pikir kami
           bisa bagi-bagi informasi itu begitu saja?”
             Alfa dan Bodhi saling melirik. Dalam hati, Alfa meniatkan
           untuk bertanya kepada Bodhi nanti, apakah Liong selalu
           segalak serigala betina mau beranak.
             “Petir adalah Peretas Memori,” jawab Liong sekonyong-

           konyong.  “Dia tidak menyimpan memori kalian. Peretas
           Memori ibarat mesin kriptografi yang bisa mendekripsi
           memori yang teracak oleh proses kelahiran. Kalau Asko hancur
           atau tidak berhasil diakses, Petir adalah jantung cadangan.
           Tanpa dia, gugus kalian kehilangan asuransi. Berisiko tinggi

           untuk gagal.”
             “Terus, apa fungsi Bodhi?”
             “Cari sendiri.”
             “Fungsi Petir bisa kamu kasih tahu, tapi Bodhi nggak?”
             “Karena sudah hampir pasti kita kehilangan Petir.”
             “Berapa persen ‘hampir’ ini?” desak Alfa.



           172
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192