Page 190 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 190

IntelIgensI embun PagI

           Alfa terlonjak dari tempat duduknya. Matanya berketap-

           ketip. Ia perlu meyakinkan diri penglihatannya tidak salah.
           Di belakang Liong, sosok hitam yang dikenalnya sebagai Jaga
           Portibi berdiri. Alfa langsung menoleh ke arah Bodhi. “Kamu
           lihat? Ada….” Kalimat Alfa terputus. Di ulu hatinya, rasa

           panas merobek dari dalam dengan intensitas yang ekstrem.
           Tubuhnya meringkuk dan Alfa tersungkur ke lantai seperti
           bola berguling.
              “Alfa!” seru Bodhi, berusaha menahan badan temannya
           yang lemas bagai daun layu. Liong dan Kell sontak bergerak
           ikut membantu.

              “Alfa kenapa?” tanya Bodhi.
              “Liong, this can’t be good,” ujar Kell.
              Liong tak langsung bersuara. Matanya terpaku ke arah Jaga
           Portibi yang kini menaungi Alfa.

              Bodhi menganga. Makhluk seram yang dijumpainya di
           labirin batu muncul lagi. Arah mata mereka bertiga yang
           kompak menuju objek sama mengonfirmasi kecurigaan Bodhi
           bahwa kelelawar raksasa bermata kuning itu bukanlah hantu.
           Entah apa. Ia hadir senyata pesawat televisi dan barang-barang

           lain di ruangan itu.
              “Kandi kalian mulai dihancurkan,” kata Liong pelan.










                                                                 175
   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195