Page 191 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 191

Keping 58


           Buaian suara Simon membawanya keluar dari tempat abu-abu

           yang kini dilumat api. Elektra kembali berhadapan dengan
           dua pintu yang sama.
             “Sekarang, buka pintu yang satu lagi. Kamu akan masuk
           ke tempat yang berbahagia. Tempat yang kamu sebut rumah.”

             Elektra membuka pintu yang sebelah kanan, mendapatkan
           tempat yang juga ia kenal. Jalan terbentang dengan masing-
           masing tiga bangunan di sisi kiri dan kanan. Segalanya
           berkilau. Asko.
             “Sudah sampai?” Terdengar suara Simon bertanya. Dengan
           kedua mata tetap terpejam Elektra membalas dengan

           anggukan.
             “Lihat ke atas, Elektra.”
             Dalam benaknya, Elektra mendongak, menemukan langit
           yang berpendar. Langit itu memayunginya seperti kubah

           cahaya. Lembut sekaligus gemerlap. Ada rasa tenang dan
           nyaman saat memandanginya.
             “Kamu bisa mencapai ujung langit itu, Elektra. Di
           tempat kamu berada sekarang, kamu bisa melayang, terbang
           sesukamu.”

             Begitu  kalimat  Simon  selesai,  Elektra  menyadari  betapa
           ringan tubuhnya di sana. Ia menolakkan kaki dan bergantung
           di udara. Perasaan gembira yang membuncah mengisi hatinya.
           Elektra merasa lepas dan merdeka. Ekstase. Senyumnya

           merekah di luar kendali.



           176
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196