Page 194 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 194

IntelIgensI embun PagI

              “Aku yakin kamu sudah bisa melihatnya, Bodhi. Kisi
           rapat yang membungkus dunia ini. Itulah penjara yang kami
           maksud,” lanjut Kell.

              Dalam benaman lututnya, kepala Bodhi mengangguk.
           Jaring yang ia lihat selama ini, jaring yang mengikat semua
           orang dan semua benda, yang tampak bagai langit di atas langit.
           Lewat keterangan Kell dan Liong barusan, pemahamannya
           menerang.
              “Dunia ini dipenuhi mayat hidup. Penjaganya Gelombang,
           meski  bentuknya  mirip  hantu,  bagi kami dia  lebih  hidup
           daripada kebanyakan manusia.” Liong berkata, lalu
           memejamkan  matanya. “Sebentar.  Aku perlu bicara dengan

           dia.”
              “Kell,” bisik Bodhi, “jadi, Alfa nggak mati, kan?  I mean,
           dead—DEAD? You know what I mean, right?” Sambil bertanya,
           Bodhi mengeluh dalam hati. Mendadak, kata “mati” menjadi
           kompleks untuk diartikan.
              Kell tersenyum kecut. “Sebelum kita tahu pasti apa yang
           terjadi di Asko, bisa dibilang dia sedang sekarat.”
              Bodhi rasanya ingin mencengkeram kerah baju Kell. “Dan,
           kalian tetap nggak bisa ngapa-ngapain?”
              “Kamu belum tahu apa-apa, Bodhi. Bukan Alfa yang harus
           kita cemaskan sekarang.” Liong yang menjawab dengan mata
           masih terpejam.









                                                                 179
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199