Page 199 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 199

KEPING 59




                       Evolusi Kesadaran












                emilir angin mengantarkan aroma mawar dari pokok
                jambu keraton yang tengah berbuah subur tanpa ada
          Syang mengusik. Angin yang sama menggeser dedaunan

           kering di teras tempatnya berdiri sekaligus meniup debu di
           atas dua kursi bambu yang kusam digerus cuaca.
             Zarah  menyempatkan  menghirup  udara  dalam-dalam
           sebelum memarkir sepedanya dengan hati-hati. Ia bergerak

           pelan dan penuh pertimbangan seolah berada di toko barang
           pecah belah. Ibunya benar. Rumah mungil itu mungkin hanya
           butuh beberapa jam untuk dibersihkan. Namun, ibunya tidak
           memperhitungkan  muatan  emosi  yang  pampat  memenuhi
           setiap sudut dan celah, yang tidak bisa Zarah bersihkan meski

           ia memboyong seribu sapu dan kain pel sekalipun. Hari ini
           akan menjadi hari yang panjang baginya.
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204