Page 198 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 198

IntelIgensI embun PagI

              “Terang itulah tujuanmu. Tujuan kita semua. Rumah kita

           bersama.”  Kalimat  Simon  mengalun  pada  saat  yang  tepat,
           seakan sudah mengantisipasi pertanyaan Elektra.
              Bersama apitan kedua orangtuanya, Elektra melebur ke
           dalam cahaya itu. Pandangannya memutih. Perlahan, Elektra

           merasa tubuhnya terurai, satu demi satu, hingga berat dan
           wujudnya tak lagi terasa dan terlihat. Kedua orangtuanya
           melenyap, juga dirinya. Ia menjadi satu dengan cahaya itu.
           Benaknya mengosong bagai lukisan yang meluruh dari kanvas.
           Kembali putih bersih.
              Ini surga. Itulah butir pikiran terakhir yang bergaung dalam

           benaknya.
































                                                                 183
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203