Page 201 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 201

Keping 59


             “Dari Paul.”
             Manusia bernama Gio tidak terlihat seperti ancaman, tapi

           kehadirannya yang mendadak dan berkaitan dengan Paul tak
           pelak menjadi mencurigakan. “Paul nggak pernah bilang apa-
           apa. Ada urusan apa, ya?” tanya Zarah lagi.
             Gio mengeluh dalam hati. Kalau bukan karena permintaan
           Paul, tidak mungkin ia datang ke alamat tak dikenal untuk

           memata-matai  seorang  perempuan  asing  demi  memastikan
           bahwa  perempuan  itu  “baik-baik  saja”.  Gio  tidak  tahu
           bagaimana seharusnya ia memenuhi permintaan Paul, selain
           berterus terang.
             “Saya teman lamanya. Kemarin dia telepon dan minta saya
           datang ke alamat ini. Paul cuma minta tolong saya mengecek
           keadaan kamu.”
             Mendengar penjelasan Gio, Zarah kontan geleng-geleng.

           “Classic Paul,” gumamnya.  “Dia nggak percaya kalau cuma
           tanya lewat telepon dan akhirnya minta kamu untuk mengecek
           langsung, gitu?”
             “Kayaknya gitu.” Gio mengangkat bahu, gugup. Permintaan
           Paul telah menempatkannya dalam posisi yang tak enak.

             Keduanya terdiam di tempat masing-masing. Tercipta jeda
           yang menjengahkan hingga akhirnya Gio mengambil inisiatif.
           “Kamu—baik-baik saja, kan?” Pertanyaan itu terdengar amat
           bodoh ketika diucapkan. Gio pun mengumpat-umpat dalam
           hati.
             “Ya,” jawab Zarah sekenanya.



           186
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206