Page 205 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 205

Keping 59


           mengganggu prosesnya.” Kell menahan Bodhi yang langsung
           ditepis dengan keras.

             “‘Kalau memang dia bisa bangun’? Maksudnya, dia bisa
           nggak bangun, begitu?” protes Bodhi. Perasaan itu muncul
           lagi. Sama seperti saat ia bersama Elektra. Manusia-manusia
           yang baru ia kenal, yang tidak mengingatkannya kepada siapa-
           siapa, tapi pada momen kritis saat Bodhi nyaris kehilangan

           mereka, Bodhi seperti terancam kehilangan saudara dekat.
           Bahkan, lebih daripada itu. Bodhi merasa terancam kehilangan
           bagian dari dirinya sendiri.
             “Peretas Mimpi adalah arsitek dan pembangun setiap kandi.
           Struktur kandi terhubung langsung ke pembuatnya. Apa pun
           yang terjadi kepada Asko, Alfa bisa merasakannya. Kita butuh
           Alfa cukup lama di sana supaya dia bisa melaporkan apa yang
           terjadi. Aku dan Liong tidak bisa ikut masuk.”

             “Kalau gitu, aku tunggu di luar,” ucap Bodhi disusul langkah
           bergegas. Tanpa Alfa yang siuman, ia tidak tahan berada di
           dalam ruangan itu lama-lama. Pintu tebal itu pun menutup.
             “Infiltran paling tumpul sekalipun bisa merasakannya,”
           kata Kell. “This is very bad, Liong.”

             “Kita tidak bisa memberi mereka harapan kosong, tapi
           kita sebaiknya juga tidak  membuat mereka tambah putus
           asa,” jawab Liong dengan mata terpejam.  “Kita hanya bisa
           melakukan tugas kita yang paling utama.”
             “Being assholes?”
             Liong membuka matanya sedikit. “Itu tugasmu.”



           190
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210